Membaca Al-Qur'an dengan Selain Bahasa Arab, Apa Hukumnya?

Penulis: Suherni Sulaeman | Editor: Ustadz Hartanto Saryono, Lc., Al-Hafizh - Salah satu bukti kesempurnaan Al-Qur'an adalah belum adanya bacaan yang sebanding dari sisi kedalaman makna maupun keindahan tata bahasa yang digunakannya. 

Al-Qur’an terbebas dari keterbatasan ruang dan waktu yang akan selalu relevan sampai kapanpun, walau turun di zaman Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dan dengan menggunakan Bahasa Arab.

Nah, di antara ayat yang menegaskan bahwa Al-Qur’an telah ditulis dengan huruf Arab ialah surah Yusuf ayat 2. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

"Sesungguhnya Kami menurunkannya sebagai Qur'an berbahasa Arab, agar kamu mengerti." (Terjemahan Kemenag)

Namun, kenyataannya risalah yang dibawa oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam tak hanya terbatas pada masyarakat Arab saja, melainkan menjangkau ke seluruh etnis bangsa. Artinya, tak semua Muslim serta merta mampu melafalkan kata demi kata bahasa Arab.

Jika demikian, bagaimana ya hukumnya menggunakan bahasa selain bahasa Arab dalam membaca Al-Qur’an?

Pada kesempatan kali ini, masih bersama Founder Yayasan Rumah Tajwid, Ustadz Hartanto Saryono, Lc., Al-Hafizh, dalam Bedah Kitab At-Tibyan karya Imam An-Nawawi akan membahas persoalan tersebut.

Kapan waktunya? Catat ya, hari Ahad, 21 Februari 2021, pukul 20.00 - 21.30 waktu Indonesia atau pukul 14.00 - 15.30 waktu Eropa, disiarkan langsung melalui channel YouTube 'Rumah Tajwid  TV' (klik link-nya di sini).

Jangan lewatkan acara menarik ini ya!

Share:
Comments