Menyingkap Kebiasaan Salafush Shalih bersama Al Quran

Suherni Sulaeman -  Keshalihan generasi sahabat dan tabi’in memang tak diragukan lagi. Mereka adalah orang-orang shalih yang banyak menghabiskan waktunya untuk beribadah, menyibukkan diri dengan tilawah, mengkaji makna-maknanya dan memperdalam kandungannya siang maupun malam.

Terlebih di bulan Ramadhan, bulan diturunkannya Al-Quran, mereka akan melipatgandakan waktunya untuk beribadah. Lantas siapa saja mereka?

Berikut nama-nama sahabat dan tabi’in yang begitu menikmati Al-Quran seperti dikutip dari kajian bertema ‘Agar Mesra Bersama Al-Quran’ beberapa waktu lalu yang diisi oleh Ketua Yayasan Rumah Tajwid Indonesia, Hartanto Saryono, Lc, Al-Hafizh, yaitu:

Baca juga: Ketika Surah Thaha Menjinakkan sang ‘Singa Padang Pasir’

1. Abdullah bin Umar

Ia adalah putra dari seorang figur mulia, Umar bin Khathab. Seorang ahli ibadah yang senantiasa mengisi waktu-waktunya dengan dzikir, shalat, puasa, dan ibadah lainnya.

Ia amat menunjukkan keshalihan dan keimanan pada dirinya, sehingga tidak jarang ia hanya menyisakan sedikit waktu malam untuk tidurnya. Kebanyakan di malam hari ia gunakan untuk beribadah. 

Tentang ibadah Abdullah bin Umar, “Kamu tidak bakal mampu melakukannya, dia selalu berwudhu dalam setiap shalat, dan  mushaf itu selalu ada menghiasi antara dua waktu shalatnya”.

2. Al-Aswad bin Yazid

Seorang zuhud yang rajin berpuasa dan gemar membuat lisannya basah dengan firman-firman Allah SWT. Dikisahkan, di bulan-bulan selain bulan Ramadhan, Aswad bin Yazid selalu mengkhatamkan Al-Quran selama enam malam.

Sedangkan di bulan Ramadhan, ia semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas bacaannya. Ia mampu mengkhatamkan Al-Quran setiap dua malam sekali dan tidur antara Maghrib dan Isya. 

3. Abu Bakar bin Ayyasy

Murid dari Imam 'Ashim dan sahabat dari Hafsh ini selama hidupnya tidak pernah lepas dari Al-Quran. Ia membaca sekaligus mentajwidi bacaan Al-Quran sebanyak 3 kali khatam di hadapan  'Ashim bin Abi Najud.

Saat itu Abu Bakar Bakar bin Ayyasy berkata, ‘Aku belajar kepada ‘Ashim itu lima ayat-lima ayat’. Semula, dalam literatur yang lain disebutkan 'Ashim memberi wasiat kepadanya agar menyetorkan setiap hari satu ayat saja. Karena dirasa perlu waktu 6236 hari untuk menyelesaikannya, alhasil ia minta kepada ‘Ashim supaya bisa lebih banyak lagi menyetorkan hafalannya. 

‘Ashim pun kemudian mengizinkannya menyetorkan lima ayat setiap hari. Abu Bakar Bakar bin Ayyasy juga mengaku bahwa ia tidak belajar ke yang lainnya, hanya belajar kepada Imam ‘Ashim. Selain itu, ia tidak pula membacakan Al-Quran kepada yang lainnya.

Selama tiga tahun, ia bolak-balik kepada 'Ashim untuk belajar Al-Quran, baik dalam kondisi panas ataupun dalam kondisi musim dingin. Saking terlalu seringnya menemui ‘Ashim, ia bahkan sampai malu kepada jemaah Masjid Bani Kahil.

Abu Bakar Bakar bin Ayyasy begitu telaten dalam belajar Al-Quran. Diriwayatkan, Abu Bakar bin Ayyasy ini diketahui selama sekitar 40-an tahun mengkhatamkan Al-Quran setiap malam sekali.

Suatu hari, saat Abu Bakar bin Ayyasy menjelang wafat, datanglah saudarinya. Abu Bakar bin Ayyasy pun menyaksikan saudarinya ini menangis dan berkata “Apa yang membuat engkau menangis?,”.

Kemudian Abu Bakar bin Ayyasy melanjutkan lagi perkatannya, “Lihatlah sudut kamar ini, sesungguhnya saudaramu telah mengkhatamkan Al-Quran di sudut kamar sebanyak 18 ribu kali khatam,”.

4. Imam Syafi'i

Selain sahabat Nabi, banyak para ulama yang mewarisi sifat-sifat para sahabat. Mereka pun terkenal sangat akrab dengan Al-Quran, salah satunya adalah Imam Syafi'i. 

Imam Syafi’i, disebutkan dalam berbagai riwayat bahwa ia mengkhatamkan Al-Quran di bulan Ramadan sebanyak 60 kali khatam. Di riwayat lain juga dikatakan ia mengkhatamkan Al-Quran 60 kali selama bulan Ramadhan.

5. 'Abdullah bin 'Amr

'Abdullah bin 'Amr lebih dulu masuk Islam ketimbang bapaknya, 'Amr bin 'Ash. Semenjak ia dibaiat dengan menaruh telapak tangan kanannya di telapak tangan kanan Rasulullah SAW, hatinya tak ubahnya seperti cahaya Subuh yang cemerlang diterangi nur Ilahi dan cahaya ketaatan.

Rutinitas yang dilakukannya, bila tidak keluar untuk berjihad, hari-hari 'Abdullah bin 'Amr dipenuhi dengan aktivitas ibadah. Setiap hari ia mengkhatamkan Al-Quran. Sampai-sampai Nabi SAW melarang 'Abdullah bin 'Amr Ibnu 'Ash untuk menamatkan Al-Quran lebih cepat dari tiga hari. 

Tentu banyak sahabat Nabi dan juga para ulama yang melakukan hal senada. Menikmati Al-Quran sekaligus terbiasa mengkhatamkan Al-Quran barkali-kali. Semoga semangat mereka bisa menular kepada kita semua, terlebih di bulan Al-Quran ini, bulan Ramadhan.

Baca juga: Kisah Pengagum Al-Quran Namun Diadzab di Neraka

Share:
Comments