Belajar Murah Hati dari Dua Wanita Ini, Anda Termasuk yang Mana?

Penulis: Suherni Sulaeman | Editor: Ustadz Hartanto Saryono, Lc., Al-Hafizh -  Asma’ dan 'Aisyah merupakan dua putri Abu Bakar Ash-Shiddiq dari istri yang berbeda. Asma' dilahirkan oleh Qatilah binti Abdul Uzza, sementara 'Aisyah adalah buah hati Ummu Rumman. 

Keluarga Abu Bakar memang dikenal sebagai ahli sedekah, tak hanya dirinya saja yang dermawan, keturunannya pun demikian, terutama Asma’ dan 'Aisyah.

Menariknya, meskipun keduanya gemar bersedekah, Asma’ dan 'Aisyah memiliki cara berbeda untuk menderma harta.

Diriwayatkan dari Qasim bin Muhammad, “Aku mendengar Ibnu Zubair berkata, 'Aku tidak pernah melihat perempuan yang lebih dermawan daripada 'Aisyah dan Asma' radhiyallahu ‘anhuma namun bentuk kedermawanan mereka berbeda. 'Aisyah biasanya mengumpulkan satu persatu hartanya, apabila telah terkumpul, baru ia membagi-bagikannya. Sedangkan Asma', ketika memiliki harta langsung menyedekahkannya, tanpa menunggu esok hari.”

Ada satu kisah di mana istri Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam itu pernah bersedekah sebanyak 1.000 dirham saat sedang berpuasa. Kemudian pelayannya yang bernama Ummu Durroh bertanya, “Apakah dari harta yang engkau bagikan ada 1 dirham yang bisa dibelikan daging untuk berbuka puasa?” 

“Andaikan saja kau tadi mengingatkanku, tentu akan kulakukan,” jawab beliau saat itu. 

Demikianlah Bunda 'Aisyah, di saat banyak orang berpuasa yang ingin berbuka dengan makanan yang enak, ummul mu’minin ini justru memilih bersedekah dan luput mementingkan dirinya sendiri. 

Begitu juga dengan sang kakak, Asma’ binti Abu Bakar yang juga sangat murah hati. Apabila memiliki rezeki, istri Zubair bin Awwam ini langsung membagikannya, tanpa menyimpannya untuk esok hari.

Sekalipun saat menderita sakit, perempuan berjuluk Dzatu Nithaqain (pemilik dua ikat pinggang) ini melakukan pembebasan terhadap seluruh budak yang dimilikinya.

Cara bersedekah Asma’ bukanlah tanpa sebab, Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah berkata padanya, beliau bersabda, "Jangan engkau menyimpan apa-apa yang ada di tanganmu, sebab kalau demikian maka Allah akan menyimpan terhadap dirimu (yakni engkau tidak diberi rezeki lagi).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Nafkahkanlah, atau berikanlah atau sebarkanlah dan jangan engkau menghitung-hitungnya, sebab kalau demikian maka Allah akan menghitung-hitungkan karunia yang akan diberikan padamu. Jangan pula engkau mencegah (menahan untuk memberikan sesuatu), sebab kalau demikian maka Allah akan mencegah pemberian-Nya padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Nasihat di ataslah yang membuat Asma’ tidak pernah menimbun kelebihan harta yang ia miliki, melainkan ia langsung menyedekahkannya.

Bersedekah ala 'Aisyah maupun Asma', tentu sama baiknya. Termasuk yang manakah, Anda? 

Saat ini, Rumah Tajwid tengah membuka kesempatan bagi para muhsinin atau donatur untuk mengambil peran dalam Pembangunan Pesantren dan Pembebasan Lahan Pesantren di Tajurhalang, Desa Citayam, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Para donatur yang hendak bersedekah atau berdonasi untuk Pembangunan Pesantren Rumah Tajwid, bisa mentransfer ke rekening Bank Syariah Mandiri nomor 7139 0 8866 7 Kode bank: 451 Swift code: BSMDIDJA atas nama Yayasan Rumah Tajwid Indonesia. 

Sementara untuk Pembebasan Lahan Pesantren bisa ditransfer melalui Bank Mandiri ke nomor rekening 157 000 3 2929 77 Kode bank: 008 Swift code: BMRIIDJA atau Bank Muamalat dengan nomor rekening 322 0 888 999 Kode bank: 147 Swift code: MUABIDJA.

Mari, jadikan sedekah sebagai kebiasaan guna menuju surga. 

Share:
Comments