Diisyaratkan dalam Surah An-Naas, Inilah Musuh Terbesar Manusia

Penulis:  Putri Rizki Amelia | Editor: Ustadz Hartanto Saryono, Lc., Al-Hafizh -  Musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri, kalimat ini mungkin sudah tak asing lagi didengar. Ternyata benar, bahkan Al-Qur’an pun mengisyaratkan demikian, dan termaktub dalam Al-Qur’an surah An-Naas. Tak disangka, ternyata kandungan maknanya sangat dalam pada surah yang sering dianggap ‘surah pendek’ ini.

Pada tadabbur surah An-Naas, yang dibawakan oleh Hartanto Saryono, Lc., Al-Hafizh di kanal YouTube Rumah Tajwid TV, dijelaskan bahwa dalam surah ini manusia diperintahkan untuk berlindung kepada Allah dari kejahatan Al-Waswas (bisikan). Al-Waswas ini memiliki sifat Al-Khannaas, artinya yang bersembunyi, benar-benar bersembunyi atau sangat aktif untuk bersembunyi. Betapa jahatnya atau bahayanya bisikan ini, manusia sampai diperintahkan untuk memohon perlindungan kepada Allah melalui tiga sifat-Nya (nama-Nya). Tiga sifat itu berturut-turut disebutkan dalam 3 ayat pertama surah ini, yaitu Rabbunnaas, Malikunnaas dan Ilaahunnaas.

Rabbunnaas, Tuhannya manusia. Nama atau sifat ini bermakna bahwa Allah adalah Sang Pencipta manusia, Yang Mengatur manusia, Yang Memiliki manusia dan paling tahu kondisi manusia.

Malikunnaas, Raja manusia. Sifat ini memperkuat sifat sebelumnya, Rabbunnaas. Pun memiliki arti Yang Menguasai dan memberi fasilitas kepada manusia. Memiliki sifat Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim kepada yang dikuasai-Nya.

Ilaahunnaas, Sembahan manusia. Maksudnya, Allah adalah satu-satunya (tidak ada lagi yang lain) yang patut disembah oleh manusia.

Lalu apa kaitannya antara Al-Waswas dengan musuh terbesar dalam diri manusia? Mari kita bandingkan dengan surah Al-Falaq.

Dalam surah Al-Falaq, manusia hanya berlindung kepada satu nama (sifat) Allah dari 4 kejahatan eksternal, yaitu

Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.

Sedangkan dalam surah An-Naas, manusia berlindung pada 3 nama (sifat) Allah dari satu kejahatan internal, yaitu

Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia. 

Dari sini kita bisa melihat, benarlah bahwa musuh terbesar manusia ada dalam dirinya sendiri; bahwa musuh eksternal tidak lebih berbahaya dibandingkan musuh internal. Dalam tadabbur tersebut, Founder Yayasan Rumah Tajwid itu juga menjelaskan hal yang menjadi penyebab musuh internal lebih berbahaya dibanding musuh eksternal. Adalah Qarin, jin yang membersamai manusia sejak lahir. Selalu mengintai hati manusia setiap saat. Di saat hati sedang lalai dalam mengingat Allah, maka dia masuk untuk menggoda, untuk memberi bisikan jahat (Al-Waswas) ke dalam hati manusia. Sehingga muncul perasaan ragu, cemas, waswas, dan semacamnya.

Maka penting untuk manusia selalu mengingat Allah, senantiasa berdzikir, serta mengamalkan membaca surah ini (beserta surah Al-Falaq dan Al-Ikhlash) minimal setiap pagi dan petang. Insya Allah, ini menjadi tameng bagi manusia agar terlindung dari segala gangguan.

Share:
Comments