Ini Obat Umat Islam di Tengah Resesi dan Pandemi

Penulis: Suherni Sulaeman | Editor: Ustadz Hartanto Saryono, Lc., Al-Hafizh -  Virus corona menjangkiti separuh negara di dunia. Belum lagi dampak resesi dari virus tersebut mengalir mempengaruhi berbagai sektor, tak terkecuali bagi kehidupan sehari-hari.

Di kondisi krisis seperti ini, tentu kita tetap harus menjaga kesehatan jiwa dan raga agar terhindar sekaligus mampu bertahan dari paparan virus mematikan itu.

Bagi umat Islam, solusinya adalah membersamai Al-Qur’an dalam keseharian. Sangat dianjurkan membaca Al-Qur’an di setiap saat, di setiap waktu, terlebih di masa-masa sulit.

Menukil dari sebuah hadits yang disampaikan oleh sahabat Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, Abdullah Bin Mas'ud, ia berkata:

"Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, ada dua obat bagi kalian (Muslim yang sakit) yaitu madu dan Al-Qur’an." (HR. Ibnu Majah, Al-Hakim).

Baca juga: Resesi dan Pandemi Tak Surutkan Semangat Belajar Ngaji

Selain itu, ada juga hadits lain yang menyatakan, "Nabi bersabda, berpegang teguhlah kalian dengan Al-Qur’an karena kalian tidak akan tersesat dan binasa selamanya (selama tetap teguh dengan Al-Qur’an)." (HR. Ath-Thabarani).

Di dalam Al-Qur’an sendiri disebutkan, "Dan Kami turunkan Al-Qur’an yang menjadi obat dan Rahmat bagi orang-orang mukmin." (Q.S. Al-Isra ayat 82).

Hal senada disampaikan juga oleh Founder Yayasan Rumah Tajwid Indonesia, Hartanto Saryono, Lc., Al-Hafizh, saat mengisi di salah satu kajian beberapa waktu lalu.

“Jadi seharusnya ketika kita membaca Al-Qur’an, maka kita akan bahagia. Kita merasakan ketenangan, merasakan kesenangan tersendiri ketika membaca Al-Qur’an," ucap Hartanto, panggilan akrabnya.

Hartanto juga menambahkan bahwa, membaca Al-Qur’an bisa membentuk pola diri meskipun tidak mengerti maknanya. Di samping itu, menurut lulusan Yaman ini, dengan membaca Al-Qur’an serta menyimak Al-Qur’an, akan mendapatkan barakah.

Baik barakah mendapatkan kebaikan maupun barakah jauh dari keburukan. Dan, di antara barakah tersebut yakni Asy-Syifa’ atau kesembuhan.

Oleh karenanya, kita wajib mengimani dan mendekatkan diri pada Al-Qur’an, sehingga kita akan memahami hikmah di balik wabah virus corona ini.

Wallahua’lam.

Share:
Comments