Surah Al Kahfi (Bagian 1 & 2)

Oleh ustadz Hartanto Saryono, Lc., Al Hafizh.

Nama Surah


Surah ini diberi nama Surah Al-Kahf (سورة الكهف). Ada juga yang menamainya Surah Ahlul Kahf (سورة أهل الكهف). Juga disebutkan dengan mana Surah Ash-habul Kahf (سورة أصحاب الكهف).

Semuanya bermuara pada kisah pertama dalam surah ini, yakni ayat 9.


(أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا). سورة الكهف : 9


Keutamaan Membaca Surah Al-Kahf


Riwayat yang paling shahih berkenaan dengan surah Al-Kahf adalah hadits yang terdapat dalam kitab Shahih Muslim:


عن أبي الدرداء  أن النبي  قال: «مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ».


Dari Abu Ad-Dardaa` RA, bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa hafal sepuluh ayat pertama dari surah Al-Kahf, maka ia terjaga dari dajjal.”

Di dalam kitab Shahih Ibnu Hibban disebutkan,


عن أبي الدرداء  أن النبي  قال : «مَنْ قَرَأَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ آخِرِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ».


Dari Abu Ad-Dardaa` Ra, bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surah Al-Kahf, maka ia terjaga dari dajjal.”

Imam At-Tirmidzi meriwayatkan;


عن أبي الدرداء  عنِ النَّبِيِّ  قال : «مَنْ قَرَأَ ثَلَاثَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ». قَالَ التِّرْمِذِيُّ: حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.


Dari Abu Ad-Dardaa` RA, bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa membaca tiga ayat pertama dari surah Al-Kahf, maka ia terjaga dari fitnah dajjal.”

Rahasia keutamaan ini –wallahu a’lam- karena surah ini mencakup pembicaraan seputar fitnah (ujian) besar yang dihadapi manusia sepanjang hidupnya.
Pada kisah ash-hab al-kahf berbicara tentang fitnah agama. Kisah “pemilik dua kebun” bercerita tentang fitnah harta dan anak.

Kisah Nabi Musa AS dan Al-Khadhir berbicara tentang fitnah ilmu. Dan kisah Dzulqarnain berbicara tentang fitnah kekuasaan.

Di tengah-tengah berbagai fitnah tersebut terdapat fitnah pertama yang dihadapi oleh Nabi Adam; fitnah Iblis. Oleh karena itu surat ini menjadi penjaga dari berbagai fitnah.


Kitab Shahih Muslim dan kitab yang lain juga menyebutkan hadits Nabi Muhammad SAW tentang Dajjal;


«فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ، فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ».


“...maka barangsiapa di antara kalian menjumpainya, hendaklah ia membaca bagian permulaan surah Al-Kahf.”

Karena dahsyatnya fitnah dajjal, selayaknya seorang muslim mengetahui ayat-ayat yang dapat menjaganya dari fitnah dajjal.

Hadits tentang ayat-ayat yang berfungsi sebagai penjaga diri dari dajjal itu bervariasi. Ada yang menyebutkan bagian permulaan; tiga ayat pertama atau sepuluh ayat pertama. Ada juga yang menyebutkan sepuluh ayat terakhir. Dan ada pula yang menyebutkan sepuluh ayat tanpa menentukan ayat yang mana.

Dengan memahami keajaiban ash-habul kahfi dan tanda-tanda kebesaran Allah di sepanjang surah ini, idealnya seorang muslim tidak tersihir dan tidak pula terpesona hingga terlena oleh keanehan-keanehan perkara dajjal. Maka, tak selaiknya seorang muslim terkecoh oleh fitnah dajjal.

Membaca Surah Al-Kahf pada Hari Jumat atau Malam Jumat.


Imam An-Nasaa`i, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi menyebutkan hadits dari Abu Sa’id Al-Khudri RA :


أَنَّ النَّبِيَّ  قَالَ: «مَن قَرَأَ سُورَةَ الكَهْفِ في يَوْمِ الجُمعَةِ ، أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الجُمعَتَينِ».


Bahwasanya Nabi Muhammad  bersabda, “Barangsiapa membaca surah Al-Kahf pada hari Jumat, maka selama interval dua Jumat ia akan diterangi cahaya.”

Dalam riwayat lain disebutkan;


«مَن قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ يَوْمَ الجُمعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ».


“Barangsiapa membaca surah Al-Kahf pada hari Jumat, maka ia akan diterangi cahaya sejarak antara dirinya dan Ka’bah.”

Syaikh Al-Albani menshahihkan dua hadits terakhir di atas.
Sebagian ahli hadits mendhaifkan (melemahkan) redaksi “hari Jumat”. Sebagian yang lain memandang bahwa hadits mauquf (yang disandarkan kepada sahabat/Abu Sa’id) lebih kuat daripada hadits marfu’ yang dinisbatkan kepada Nabi SAW.

Tentang Al-Kahf


Al-Kahf (الكهف) adalah gua yang lapang dan luas yang terdapat di pegunungan dan dapat menampung setidaknya 3 orang. Jika lubang berupa gua tersebut hanya kecil dan menampung satu atau dua orang saja maka namanya al-ghar (الغار) . Sebagaimana yang disebutkan di surah At-Taubah: 40.


(ِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا). سورة التوبة : 40


Pelajaran dari Makna Al-Kahf


Berdasarkan tinjauan bahasa, al-kahf merupakan tempat berdiam dan berlindung yang aman karena jauh dari pemukiman dan tidak dilalui oleh banyak orang.


Dengan membaca surah Al-Kahf, diharapkan kita dapat merasakan ketenangan, ketenteraman, kelapangan hati, dan jauh dari orientasi duniawi. Hal itu selaras dengan ash-habul kahfi yang menyelamatkan diri ke al-kahf demi menyelamatkan diri dan agama mereka.

Orang yang bacaan surah Al-Kahfinya tidak menyelamatkannya dari fitnah dunia, besar peluangnya tidak selamat dari fitnah dajjal.

Surah Makkiyyah


Surah Al-Kahf merupakan surah Makkiyyah; diturunkan sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Meskipun ada beberapa ayat yang dikecualikan, namun dihukumi Makkiyyah.

Berdasarkan urutan turunnya, surah ini menduduki urutan 68. Ia diturunkan setelah surah Al-Ghasyiyah dan sebelum surah Asy-Syura.

Sebab Turun Surah


Orang-orang musyrikin mengutus dua orang untuk bertanya tentang dakwah Rasulullah  kepada para pendeta Yahudi di Madinah. Para pendeta itu menjawab, “Tanyakan kepadanya tentang tiga hal. Tanyakan tentang perkara sekelompok pemuda yang pergi di awal kurun waktu. Tanyakan juga tentang seorang laki-laki yang keliling dunia dari Timur hingga Barat. Dan tanyakan tentang ruh.

Maka Jibril pun datang membawa wahyu surah Al-Kahf yang mengandung kisah ¬ash-habul kahf dan Dzulqarnain yang keliling dunia.

Pelajaran dari Sebab Turun Surah


Sebab turun surah ini menjadi bukti dan dalil -dari sekian banyak dalil- yang membuktikan kenabian dan kebenaran Rasulullah SAW. Apa yang beliau sampaikan bukanlah dari dirinya. Akan tetapi dari Allah SAW Terlebih lagi, jawaban atas pertanyaan mereka datang terlambat.


Pujian


Surah Al-Kahf adalah salah satu dari lima surah yang dibuka dengan lafal (الحمد لله). Empat selainnya adalah surah Al-Fatihah, Al-An’am, Saba`, dan Fathir. Hal ini seperti khutbah yang dimulai dengan (الحمد لله) sebagai isyarat akan hal penting yang akan disampaikan.

Setiap ayatnya mengandung berbagai makna luhur dan bahasan penting yang menarik perhatian pembaca dan penyimaknya.

Share:
Comments